Kedai Kopi

Aku masih ingat. Saat aku menunggu kedatanganmu. Kita memang sudah mengenal sebelumnya. Sebentar, ya memang pertemuan sebentar. Tapi menyisakan rasamu untukku (setidaknya dulu kamu bilang begitu). 

Kamu datang telat. Tergesa – gesa masuk ke kedai kopi, memesan orange juice kesukaanmu (walaupun kamu tau ini kedai kopi bukan kedai jus) dan duduk di depanku. Tersenyum ramah meminta maaf atas keterlambatanmu. Menyunggingkan gingsulmu yang sampai sekarang masih sangat kuhapal.

Aku menggangguk pelan, memberikan senyumku (setidaknya begitu seingatku). Kita tidak banyak berbicara, hanya tak menyangka bertemu lagi setelah beberapa tahun. Perbincangan pun tidak terlalu luas. Aku pun tidak tahu kemana arah obrolan itu akan menuju. Yang aku tahu bisa bersamamu malam itu saja sudah cukup bagiku.

Kamu..
Aku tahu kamu baca tulisanku. 

5 thoughts on “Kedai Kopi

  1. dyazafryan says:

    nice post..
    tulisannya keren..
    narasi nya bagus 😀
    suka 😀

  2. (walaupun kamu tau ini kedai kopi bukan kedai jus) ini lucu. :))))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: