Tujuan

Mungkin sudah saatnya kita berbelok arah menuju tujuan masing2
Tujuanmu bukan aku.
Pun aku sendiri juga tidak tau apa yg kutuju.
Aku bukan hilang arah.
Hanya sedikit tersesat.

Aku hanya ingin pulang, tanpa ada kamu.
Tanpa ada sedikitpun tentang kamu.
Walaupun aku sadar bukan kamu yg terus mengikutiku.
Tapi aku yg mengikutimu.

Aku hanya ingin pulang, tanpa ada kamu.
Tanpa ada sedikitpun tentang kamu.
Aku cukup pintar untuk menilai.
Bahwa tidak ada aku di dalam sana.

Aku duduk di depan perapian.
Membakar semua lembaran kenangan.
Satu per satu, lembar demi lembar.
Melipat dan menyapu semua hal tentangmu.
Tekadku bukan menghilang karena lemah.
Aku cukup kuat kupikir.

Mereka pikir tujuan mereka itu aku.
Asal kau tau, aku selalu kembali padamu.
Tapi bodohnya kamu tidak sadari itu
Aku sungguh tidak menyalahkanmu.
Karena beberapa hal memang tidak bisa dipaksakan.

Nanti terbit matahari.
Kemudian terbenam lagi.
Ini memang siklus. Serupa hukum alam.
Nanti kau lukai hati.
Kemudian sakit sendiri.

Kupikir sudah selesai semuanya.
Aku bisa bangun dari tempatku sekarang.
Untuk kemudian aku memilih tertidur.
Jangan ingatkanku tentang kamu lagi.
Kamu sudah lenyap bersisa abu yg kubakar sedari tadi.

Tagged ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: