Category Archives: Uncategorized

Sesal

Kita lihat langit yang sama dengan rasa yang berbeda.

Aku menghilang lewati pusaran waktu, namun pelan.

Kamu ingin kita segera pulang, sedang aku masih nyaman berjalan.

Kamu bilang jangan terus mencari.

Ada aku disini.

Ah sayang aku dulu tak peduli.

Maafkan aku, lagi dan lagi.

 

Listening to Sementara by Float

 

Ber-ombak

Aku telah melihat banyak. Terlalu melihat banyak. Tentang udara yang kita hirup bersama, tapi harum yang masuk selalu beda.

Aku telah melihat banyak. Terlalu melihat banyak. Tentang arah yang terlihat sama, tapi tujuan kita ternyata berbeda.

Aku telah melihat banyak. Terlalu melihat banyak. Tentang angin dan angan tentang kita. Tapi kehendak yg kuasa berbeda.

Aku telah melihat banyak. Terlalu melihat banyak. Tentang hujan yang membawa kenangan. Saling pendam cinta dalam – dalam.

Aku telah melihat banyak. Terlalu melihat banyak. Tentang pasir pantai yang kita injak. Tapi takdir untuk kita tidak memihak.

Aku telah melihat banyak. Terlalu melihat banyak. Tentang rindumu yang terlihat memuncak. Tapi ternyata aku salah telak.

Aku kira aku telah melihat banyak.

Anomaliku

Kamu Anomaliku. Kujemput kamu di sudut depan jalan tempat (hampir) biasa kita bertemu. Dalam perjalananku, tak sabar kulihat senyum dan tawa riangmu. Andai kamu tahu aku menunggu saat ini sejak seminggu lalu. 

Kamu bercerita banyak tentang dirimu, Masa kecilmu, remajamu, hingga dewasamu, Aku yang kau bilang “kaku” ini hanya mendengarkan seperti bocah yang tak sabar ingin dengar dongeng dari ibunya sebelum tidur. Mendengarkanmu hampir di tiap malam membuatku merasa dekat. Padahal bertemu saja belum pernah.

Tapi sayang kamu suka menghilang. Nanti datang, kemudian pergi lg. Dan bilang kamu sengaja, biar aku ingat dan tunggu kamu terus. Begitu katamu.

Kamu pernah bilang sudah letih mencari, Aku mengiyakan. Aku belajar banyak bahwa jangan terlalu berharap. Ekspektasi itu membunuh. Setidaknya itu kesanku pada sebuah pengharapan. Aku tak menuntut banyak pada kamu, pada kita. 

Kamu anomaliku, Diluar kebiasaanku. Mengubah pola pikirku bahwa hubungan dewasa tak harus memaksa. Bahwa komitmen tak membuat buta. Bahwa rasa saja cukup untuk kita.

Listening to Dream Theatre – I Walk Beside You

Kedai Kopi

Aku masih ingat. Saat aku menunggu kedatanganmu. Kita memang sudah mengenal sebelumnya. Sebentar, ya memang pertemuan sebentar. Tapi menyisakan rasamu untukku (setidaknya dulu kamu bilang begitu). 

Kamu datang telat. Tergesa – gesa masuk ke kedai kopi, memesan orange juice kesukaanmu (walaupun kamu tau ini kedai kopi bukan kedai jus) dan duduk di depanku. Tersenyum ramah meminta maaf atas keterlambatanmu. Menyunggingkan gingsulmu yang sampai sekarang masih sangat kuhapal.

Aku menggangguk pelan, memberikan senyumku (setidaknya begitu seingatku). Kita tidak banyak berbicara, hanya tak menyangka bertemu lagi setelah beberapa tahun. Perbincangan pun tidak terlalu luas. Aku pun tidak tahu kemana arah obrolan itu akan menuju. Yang aku tahu bisa bersamamu malam itu saja sudah cukup bagiku.

Kamu..
Aku tahu kamu baca tulisanku. 

Never Run Back To Whatever Broke You

Ini keputusanku.

Setelah semua tingkahmu. Setelah kamu berikan segala rasamu untukku. Namu sepertinya ada ruang di isi kepalamu memuntahkanku, meniadakanku, memandang rendahku, memudahkanmu untuk injak harga diriku. 

Begini caramu.

Datang padaku, mengusap air mata di kedua pipiku, memulihkan sakitku, menghapus gelapku, membantuku menata kembali kecewaku- terhadap putaran waktu yang tidak memihakku. Memberikan ekspektasi – ekspektasi tinggi di luar kepalaku.

Tapi kamu lupa.

Aku juga berjuang untukmu, melemahkan egoku, merendahkan diriku- kutanggalkan harga diriku, kuberi hal yang tak bisa terganti- waktuku bersamamu. 

Aku tahu Tuhan selalu bekerja.

Semesta tak akan diam saja.

Dalam doa dan sujudku namamu masih kusebut tanpa jeda.

 

 

Sudah

Aku tersedak ekspektasi.
Begitu tinggi.
Habis sudah semua mimpi.

Tagged

EGO

Meluangkan waktu, berbicara tentang asa
Egoku perlahan menipis
Sedikit demi sedikit teriris
Walaupun masih kutunjukkan dengan angkuhnya.
Ya, aku begitu angkuh.
Menolak mengaku.

Tagged

Okay, new girl on WordPress

Whoaa, hi there.

I’m on wordpress. Now what? Haha.

Okay, this is the first post so i’m gonna make it simple. This is the quote from Summer Finn (500 Days Of Summer) – well, this movie influenced me a lot.

“People change. Feelings change. It doesn’t mean that the love once shared wasn’t true and real. It simply just means that sometimes when people grow, they grow apart”